Tiga Desa di Bulukumba Terpilih Jadi Lokus "Desa Cantik" 2026
Font Terkecil
Font Terbesar
Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Badan Pusat Statistik (BPS) resmi menetapkan tiga desa sebagai fokus utama program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) untuk tahun anggaran 2026. Ketiga desa tersebut adalah Desa Bonto Matene, Desa Tanah Harapan dan Desa Topanda Kecamatan Rilau Ale.
Penetapan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas tata kelola data di tingkat desa, guna memastikan kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran dan berbasis fakta (evidence-based policy),dan juga tidak terlepas dari penggunaan Aplikasi DIGIDES dan Website yang digunakan oleh Desa Bonto Matene dan Tanah Harapan selama tiga tahun terakhir.
Program Desa Cantik bertujuan untuk membina perangkat desa agar lebih melek statistik. Dengan program ini, desa tidak lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi menjadi subjek yang mampu mengelola, menyajikan, dan memanfaatkan datanya sendiri.
Kepala Desa Bonto Matene,Syahiruddin menyambut baik terpilihnya desa mereka dalam program nasional ini.
"Ini adalah peluang besar bagi kami di Bonto Matene. Dengan data yang akurat, kami bisa memetakan potensi wisata alam seperti Seppengnge dan kebutuhan infrastruktur warga dengan lebih presisi," ujarnya.
Fokus Pembinaan Tahun 2026
Selama tahun 2026, ketiga desa ini akan mendapatkan pendampingan intensif dari tim statistik BPS Bulukumba. Beberapa fokus utama pembinaan meliputi:
Standardisasi Data Desa: Menyelaraskan format data desa dengan standar statistik nasional.
Pemanfaatan Aplikasi: Penggunaan platform digital untuk mempercepat pembaharuan data kependudukan dan potensi ekonomi.
Analisis Mandiri: Melatih agen statistik desa untuk mampu membaca tren data kemiskinan dan stunting di wilayah masing-masing.
Terpilihnya Desa Tanah Harapan dan Desa Topanda bersama Bonto Matene diharapkan dapat menjadi pilot project bagi desa-desa tetangga di wilayah sekitarnya. Sebagaimana keberhasilan Desa Bira yang sebelumnya meraih prestasi di tingkat provinsi, ketiga desa ini ditargetkan mampu menghadirkan transparansi publik melalui dashboard data desa yang mudah diakses warga.
Dengan penetapan ini, Kabupaten Bulukumba optimis bahwa di tahun 2026, perencanaan pembangunan dari tingkat Musrenbang Desa akan jauh lebih berkualitas karena didukung oleh data yang valid dan mutakhir.
